Dijit Blog

Apa itu TikTok Affiliate? Pengertian, Cara Kerja, dan Cara Mendaftarnya

Peluang Cuan 15 mnt baca

Belakangan ini, kalau kamu rajin membuka media sosial atau sekadar menggeser layar hape di waktu luang, pasti sering banget melihat fenomena yang bikin mata sedikit melotot. Ya, kami sedang membicarakan betapa banyaknya orang yang tiba-tiba memamerkan tangkapan layar atau sekadar rekaman video singkat yang menunjukkan jumlah pendapatan mereka. Angka yang dipamerkan itu sering kali tidak main-main, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah yang masuk ke rekening mereka dengan begitu lancar. Melihat tren pamer penghasilan yang berseliweran hampir setiap hari ini, sangat wajar kalau kamu merasa penasaran dan mulai bertanya-tanya sebenarnya dari mana asal muasal uang sebanyak itu. Rasa penasaran ini wajar menyelimuti pikiran banyak orang, karena rasanya aneh melihat anak muda, ibu rumah tangga, sampai orang kantoran bisa mendapat penghasilan tambahan yang luar biasa hanya dengan bermain hape di kamar. Dari rasa penasaran yang memuncak itulah, banyak orang yang akhirnya mulai berburu informasi untuk mencari tahu sebenarnya apa itu tiktok affiliate yang belakangan ini selalu disebut-sebut sebagai sumber uang jajan ajaib tersebut.

Kami sangat mengerti kalau melihat orang lain pamer saldo kadang bisa bikin perasaan campur aduk, antara kagum, iri, atau bahkan sedikit curiga apakah itu semua nyata atau sekadar tipuan belaka. Tapi tenang saja, fenomena ini memang benar adanya dan sangat bisa dijelaskan secara masuk akal tanpa perlu ilmu gaib atau semacamnya. Mengingat banyaknya pertanyaan yang muncul di pikiran kamu dan orang-orang di luar sana, kami memutuskan untuk membedah topik ini secara santai dan perlahan. Kami ingin mengajak kamu untuk duduk tenang sambil menyeruput kopi atau teh, dan membaca ulasan panjang ini layaknya sedang mengobrol dengan teman tongkrongan. Tujuannya sederhana, agar setelah membaca ini, rasa penasaran kamu bisa terjawab tuntas dan kamu punya gambaran yang utuh sebelum memutuskan apakah mau ikut terjun atau sekadar jadi penonton saja. Mari kita mulai obrolan panjang ini dengan membedah dari hal yang paling dasar terlebih dahulu.

Apa itu TikTok Affiliate?

Mari kita mulai pembahasan kali ini dengan menjawab pertanyaan paling mendasar yang mungkin terus berputar di kepala kamu sejak tadi, yaitu tentang apa itu tiktok affiliate sebenarnya? Kalau kita ibaratkan dalam kehidupan sehari-hari, sistem ini mirip banget sama pekerjaan seorang makelar atau perantara, tapi versi modern dan jauh lebih santai karena semuanya dilakukan lewat layar hape kamu. Jadi, bayangkan ada seorang pemilik pabrik atau toko yang punya banyak banget barang dagangan tapi mereka kesulitan atau tidak punya banyak waktu untuk mencari pembeli satu per satu. Di saat yang sama, ada kamu yang mungkin tidak punya modal untuk bikin pabrik atau menyetok barang jualan, tapi kamu punya banyak teman, kenalan, atau pengikut di media sosial yang suka melihat konten-konten kamu. Nah, di sinilah peran kamu masuk sebagai jembatan yang menghubungkan antara si pemilik barang dengan calon pembeli yang sedang asyik bermain media sosial.

Secara sederhana, ketika kamu menjelaskan kepada orang lain mengenai apa itu tiktok affiliate, kamu cukup bilang bahwa ini adalah sebuah program kerja sama di mana kamu bertugas untuk mempromosikan barang jualan orang lain melalui video atau siaran langsung yang kamu buat. Kamu tidak perlu pusing memikirkan modal untuk membeli barang dagangan, tidak perlu menyewa ruko, tidak perlu repot membungkus paket dengan lakban, dan sama sekali tidak perlu kepanasan pergi ke jasa ekspedisi untuk mengirim barang tersebut ke rumah pembeli. Tugas kamu hanyalah membuat orang lain tertarik dengan barang tersebut melalui konten buatanmu. Nantinya, kalau ada orang yang merasa keracunan atau tergoda setelah melihat video kamu dan akhirnya memutuskan untuk membeli barang tersebut, si pemilik toko akan memberikan kamu uang komisi sebagai tanda terima kasih karena sudah membantu memasarkan dagangan mereka.

Konsep jualan tanpa modal ini sebenarnya bukanlah hal yang baru di dunia perdagangan, namun menjadi sangat meledak dan viral karena platform ini menggabungkannya dengan kebiasaan orang zaman sekarang yang suka menonton video pendek. Kalau dulu orang harus jalan kaki dari pintu ke pintu menawarkan barang, sekarang kamu cukup berdandan rapi atau sekadar duduk santai di ruang tamu sambil bercerita tentang betapa bagusnya sebuah barang di depan kamera hape. Semakin banyak orang yang menonton video kamu dan semakin banyak yang tergiur untuk membeli, maka akan semakin tebal juga kantong kamu dari komisi yang masuk. Jadi, kalau ada yang masih kebingungan memahami apa itu tiktok affiliate, sampaikan saja bahwa ini adalah cara paling asyik buat jadi tenaga pemasaran lepasan tanpa harus keluar rumah dan tanpa perlu mengeluarkan modal sepeser pun untuk stok barang.

Cara Kerja TikTok Affiliate

Setelah kamu paham konsep dasarnya, sekarang saatnya kita masuk ke bagian yang lebih seru yaitu bagaimana roda perputaran uang ini bekerja di belakang layar. Mengetahui cara kerja dari sistem ini sangat penting biar kamu tidak merasa seperti sedang berjudi atau meraba-raba dalam gelap. Sebenarnya, perjalanan sebuah konten sampai akhirnya bisa berubah menjadi uang receh atau jutaan rupiah di rekening kamu itu memiliki alur yang sangat jelas dan masuk akal. Kami akan menjabarkan runtutan perjalanannya dari awal kamu mulai bekerja sampai uang tersebut cair, agar kamu bisa membayangkan posisimu di setiap tahapannya. Semuanya mengalir dengan sangat rapi dan tugas kamu di setiap tahapannya juga sangat spesifik.

Mempromosikan Produk Melalui Konten

Tahap pertama dan yang paling menjadi ujung tombak dari seluruh proses ini adalah saat kamu mempromosikan produk. Di sini, kamu bertindak layaknya seorang bintang iklan yang sedang membawakan acara belanja di televisi, bedanya gaya kamu bisa jauh lebih santai dan natural. Kamu memulainya dengan mencari barang yang menurut kamu bagus di dalam pusat perbelanjaan yang ada di aplikasi tersebut. Setelah menemukan barang yang cocok, katakanlah sebuah wajan anti lengket atau botol minum yang bentuknya lucu, kamu kemudian membuat video pendek yang menceritakan atau memamerkan barang tersebut. Kamu bisa membuat video sedang memasak telur tanpa minyak untuk membuktikan wajan itu bagus, atau sekadar membawa botol minum lucu itu saat kamu sedang berjalan-jalan di taman.

Inti dari tahap promosi ini adalah membuat konten yang tidak terlihat kaku seperti sedang memaksa orang untuk membeli. Orang zaman sekarang sangat pintar dan kadang malas kalau melihat video yang isinya murni jualan keras. Makanya, cara kerjanya menuntut kamu untuk lebih kreatif, misalnya dengan gaya bercerita pengalaman pribadi memakai barang tersebut, atau memberikan ulasan jujur tentang kelebihan dan kekurangannya. Di dalam video atau saat kamu sedang melakukan siaran langsung tersebut, kamu akan menempelkan sebuah kotak kecil berwarna kuning yang sering disebut keranjang kuning. Keranjang kuning inilah yang menjadi jalan tol bagi penonton video kamu untuk langsung melihat barang dagangan aslinya dan mengecek harganya tanpa harus pindah-pindah aplikasi.

Pembeli Berbelanja Lewat Tautan atau Video Kita

Langkah selanjutnya dalam cara kerja Tiktok Affiliate terjadi ketika video buatan kamu mulai menyebar dan ditonton oleh banyak orang, entah itu tetangga kamu sendiri atau orang dari pulau seberang yang kebetulan lewat di beranda mereka. Saat mereka menonton video kamu mengulas produk tersebut, akan ada rasa penasaran atau bahkan dorongan kuat untuk memiliki barang yang sama. Ketika penonton merasa bahwa barang itu ternyata bisa menyelesaikan masalah mereka sehari-hari atau sekadar terlihat menggemaskan, jari mereka pasti akan gatal untuk menekan keranjang kuning yang sudah kamu tempelkan di video tadi. Begitu mereka menekannya, mereka akan langsung dibawa ke halaman toko milik si penjual asli yang menyediakan barang tersebut.

Di halaman toko tersebut, calon pembeli bisa melihat rincian barang, membaca ulasan dari pembeli lain, dan akhirnya melakukan proses pembayaran seperti belanja online pada umumnya. Bagian paling keren dari proses ini adalah kamu sama sekali tidak ikut campur dalam urusan tawar-menawar harga, membalas obrolan pembeli yang bawel, atau mengurus masalah pembayaran yang gagal. Semua urusan transaksi yang ribet itu sepenuhnya diurus oleh sistem aplikasi dan si penjual asli. Tugas kamu sudah selesai di titik ketika kamu berhasil membuat mereka menekan tautan atau keranjang kuning di video kamu. Sistem aplikasi ini sangat pintar karena mereka bisa melacak jejak digital bahwa pembeli tersebut datang dari video milikmu, bukan dari video orang lain, sehingga hak kamu tetap aman tercatat di dalam sistem komputer mereka.

Mendapatkan Komisi Sesuai Perjanjian

Ini dia tahap yang paling ditunggu-tunggu dan menjadi alasan utama kenapa banyak banget orang yang pamer tangkapan layar di media sosial. Setelah pembeli yang datang dari video kamu tadi berhasil membayar dan barangnya sudah sampai dengan selamat di tangan mereka, maka tugas penjual adalah memberikan jatah atau bagian keuntungan kepada kamu. Persentase komisi ini bermacam-macam, ada toko yang pelit cuma ngasih sekian persen kecil, tapi banyak juga toko yang berani ngasih komisi besar belasan hingga puluhan persen dari harga barang demi menarik minat para pembuat konten seperti kamu untuk membantu mereka berjualan.

Uang komisi ini tidak langsung dikirim ke rekening bank kamu secara manual oleh penjualnya, karena kalau begitu pastinya akan sangat merepotkan dan rawan penipuan. Uang tersebut akan masuk terlebih dahulu ke dompet virtual kamu yang ada di dalam aplikasi tersebut secara otomatis. Jadi, ketika kamu bangun tidur dan membuka hape, kamu bisa tiba-tiba melihat saldo di dompet virtual kamu bertambah terus seiring berjalannya waktu dan bertambahnya orang yang belanja dari video lamamu. Setelah uang di dompet virtual itu terkumpul agak banyak dan dirasa cukup buat beli bakso atau bahkan beli motor baru, barulah kamu bisa menarik uang tersebut ke rekening bank pribadi kamu kapan saja kamu mau. Proses pencairannya pun sangat cepat dan lancar tanpa proses yang berbelit-belit.

Cara Menjadi TikTok Affiliate

Nah, setelah kita membahas panjang lebar soal konsep dasar dari apa itu tiktok affiliate dan bagaimana uangnya bisa mengalir ke kantongmu, kami yakin gairah kamu buat ikutan mencari cuan pasti mulai terbakar. Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru langsung merekam video tanpa arah yang jelas. Menjadi seorang yang sukses di bidang ini butuh lebih dari sekadar modal nekat dan asal pencet tombol rekam. Ada beberapa tahapan penting yang harus kamu lalui agar pondasi akun kamu kuat dan kamu tidak kebingungan di tengah jalan nantinya. Kami akan menjabarkan langkah-langkahnya satu per satu supaya kamu bisa langsung mempraktekkannya pelan-pelan tanpa merasa terbebani oleh proses yang kelihatannya rumit padahal aslinya gampang banget.

Mendaftar ke Program TikTok Affiliate

Langkah paling awal yang mutlak harus kamu lakukan untuk menjadi TikTok Affiliate tentu saja adalah mendaftarkan diri kamu secara resmi ke dalam program mereka. Kamu tidak bisa tiba-tiba menempelkan keranjang kuning kalau akun kamu belum mendapatkan izin atau belum diakui oleh sistem sebagai mitra mereka. Proses pendaftarannya sendiri sebenarnya lumayan gampang dan bisa diakses langsung dari menu pengaturan di dalam aplikasi kamu. Biasanya ada beberapa syarat ringan yang harus dipenuhi, seperti batasan umur karena tentu saja urusan cari uang harus dilakukan oleh orang yang sudah dianggap dewasa secara umur. Kadang juga ada syarat jumlah pengikut minimal, tapi belakangan ini banyak juga jalur alternatif atau cara-cara resmi lainnya yang memungkinkan kamu mendaftar walau jumlah pengikut kamu masih bisa dihitung dengan jari sebelah tangan.

Saat mendaftar, kamu akan diminta mengisi beberapa data diri dasar yang diperlukan untuk urusan pencairan uang nantinya. Pastikan kamu mengisi data ini dengan benar dan sesuai dengan kartu identitas kamu, karena hal ini sangat penting saat kamu mau menarik uang komisi ke rekening bank. Bayangkan betapa sedihnya kalau kamu sudah susah payah mengumpulkan uang jutaan rupiah tapi tidak bisa ditarik hanya karena ada salah ketik nama saat pendaftaran awal. Setelah proses pendaftaran selesai dan permohonan kamu disetujui, akun kamu akan berubah statusnya dan kamu akan mulai melihat berbagai menu baru yang berhubungan dengan dunia perdagangan, termasuk akses ke pusat barang-barang yang siap untuk kamu promosikan.

Bikin Akun dengan Niche yang Tepat

Ini adalah rahasia dapur yang sering banget dilewatkan oleh para pemula yang cuma sekadar ikut-ikutan. Setelah resmi terdaftar di TikTok Affiliate partner, jangan langsung kalap mencampurkan semua jenis barang jualan ke dalam satu akun. Sangat penting bagi kamu untuk menentukan niche atau tema spesifik dari akun kamu. Kalau kamu belum tahu, niche itu ibaratnya adalah identitas atau ciri khas dari toko kamu. Misalnya, kalau kamu suka dunia kecantikan, maka jadikanlah akun kamu sebagai tempat khusus membahas sabun cuci muka, pelembap, lipstik, dan semacamnya. Jangan hari ini kamu membahas soal lipstik terbaru, tapi besoknya kamu tiba-tiba mengulas oli motor, lalu lusa kamu malah mempromosikan panci presto.

Kenapa menentukan tema yang pas ini sangat penting? Karena penonton yang mengikuti akun kamu butuh alasan yang kuat kenapa mereka harus mempercayai rekomendasi dari kamu. Kalau akun kamu hanya fokus membahas barang-barang kebutuhan anak kos misalnya, maka orang-orang yang berstatus sebagai mahasiswa rantau akan dengan senang hati berkumpul di akun kamu karena mereka merasa butuh informasi itu. Mereka akan percaya bahwa kamu memang ahlinya mencari barang murah tapi bagus untuk anak kos. Selain itu, sistem komputer dari aplikasi ini juga akan lebih mudah menyalurkan video kamu ke layar orang-orang yang memang punya ketertarikan di bidang yang sama, sehingga peluang barang kamu laku terjual jadi jauh lebih besar ketimbang akun palugada yang menjual segala hal tanpa arah yang jelas.

Bikin Konten Sesuai dengan Produk yang Akan Dipromosikan

Kalau tema akun sudah ditentukan, sekarang saatnya kamu memutar otak untuk membuat konten yang nyambung dengan barang yang mau kamu iklankan. Ingat ya, orang membuka media sosial itu tujuan utamanya adalah untuk mencari hiburan, mencari informasi baru, atau sekadar membunuh rasa bosan, bukan sengaja datang untuk berbelanja. Jadi, tugas berat kamu di sini adalah bagaimana caranya menyisipkan produk dagangan itu ke dalam video yang menghibur atau bermanfaat tanpa merusak suasana hati orang yang menonton. Kalau kamu mau menjual alat pemotong sayur serbaguna, jangan cuma merekam alatnya lalu menyuruh orang beli. Cobalah bikin video tentang keseruan kamu memasak menu makan malam yang tadinya butuh waktu dua jam, tapi karena pakai alat pemotong sayur itu, kamu cuma butuh waktu setengah jam.

Kesesuaian antara cerita dalam video dengan barang yang dijual sangatlah krusial. Kamu harus bisa menjawab masalah apa yang sering dialami oleh penontonmu dan jadikan barang jualanmu sebagai pahlawan yang menyelesaikan masalah tersebut. Gunakan pencahayaan yang cukup, suara yang jelas, dan gaya bicara yang ramah seperti sedang ngobrol dengan teman dekat. Kami menyarankan kamu untuk jujur dalam mengulas barang. Kalau bahannya tipis ya bilang tipis tapi harganya murah, kalau bahannya tebal dan mahal ya jelaskan kenapa barang itu pantas dibeli dengan harga segitu. Kepercayaan penonton adalah aset terbesar kamu, sekali mereka merasa ditipu oleh ulasan kamu yang terlalu berlebihan, mereka tidak akan pernah mau lagi menekan keranjang kuning di video-video kamu selanjutnya.

Optimasi Caption, Hashtag, dan Lainnya

Bikin video yang bagus saja ternyata belum cukup untuk memenangkan pertarungan di medan pertempuran dunia maya ini. Video kamu butuh dorongan tambahan agar tidak tenggelam di antara jutaan video lain yang diunggah setiap detiknya. Di sinilah pentingnya kamu melakukan optimasi pada bagian-bagian kecil yang sering diremehkan, seperti tulisan keterangan di bawah video atau caption, serta tanda pagar atau hashtag. Tulis caption yang memancing rasa penasaran orang atau memancing mereka untuk berdiskusi di kolom komentar. Misalnya, kalimat seperti "Ada yang pernah ngalamin muka jerawatan parah gara-gara salah pilih sabun cuci muka gak sih?" akan jauh lebih menarik orang untuk berkomentar dibandingkan cuma menulis "Sabun muka murah beli di keranjang kuning".

Selain tulisan keterangan, penggunaan hashtag juga harus dipikirkan dengan matang. Jangan cuma asal menempelkan hashtag yang lagi tren padahal sama sekali tidak ada hubungannya dengan isi video kamu. Gunakan kata kunci yang relevan dengan barang dan tema videomu. Pemilihan lagu atau suara latar yang sedang banyak dipakai orang juga bisa membantu video kamu menumpang arus tren supaya lebih mudah menjangkau banyak penonton baru. Kamu juga bisa menambahkan stiker interaktif atau teks yang berjalan di dalam video untuk menahan mata penonton agar tidak buru-buru menggeser video kamu ke atas. Semua pernak-pernik kecil ini bekerja sama seperti mesin pendorong roket yang akan menerbangkan videomu ke layar orang-orang yang tepat.

Konsisten Upload dan Jangan Nyerah

Dari semua langkah teknis yang sudah kami jelaskan panjang lebar di atas, bagian ini adalah ujian mental yang paling berat dan sering kali membuat banyak orang berguguran di tengah jalan. Bagian ini juga menjadi salah satu trik pecah telur TikTok Affiliate. Karena menjadi seorang TikTok Affiliate itu menuntut konsistensi tingkat tinggi yang luar biasa gila.
Kamu harus rajin mengunggah video baru secara teratur, entah itu sehari sekali atau seminggu tiga kali, pokoknya harus punya jadwal yang jelas. Jangan berharap kamu unggah satu video hari ini, lalu besok paginya bangun tidur langsung kaya raya. Terkadang, kamu butuh mengunggah puluhan bahkan ratusan video sebelum akhirnya ada satu video yang meledak dan panen komisi yang luar biasa besar.

Di masa-masa awal, wajar banget kalau video kamu cuma ditonton oleh segelintir orang dan keranjang kuning kamu sama sekali tidak ada yang menyentuh. Rasanya pasti sangat sedih, capek, dan pengen banting hape sambil mengumpat di dalam hati. Tapi percayalah, semua orang sukses yang pamer tangkapan layar beromzet ratusan juta itu pernah melewati fase berdarah-darah ketika video mereka sepi penonton.
Kuncinya cuma satu, jangan pernah menyerah. Jadikan video yang sepi sebagai bahan evaluasi, pelajari apa yang kurang, apakah videonya terlalu gelap, apakah suaramu kurang semangat, atau apakah barangnya kurang menarik. Teruslah mencoba gaya baru, terus perbaiki kualitas kontenmu, dan tetaplah konsisten memupuk kebun kontenmu sampai saatnya tiba untuk memanen hasilnya.

Sebelum Kamu Jadi TikTok Affiliate

Sebelum kami tutup pembahasan kali ini, izinkan kami untuk memberikan sedikit "wejangan" atau pandangan realitas buat kamu yang sudah siap tempur. Kami sama sekali tidak bermaksud untuk menakut-nakuti atau memadamkan semangat kamu yang lagi membara. Kami sangat setuju dan mengamini bahwa TikTok Affiliate memang sebuah tempat yang sangat legit dan terbukti ampuh buat nyari duit tambahan maupun penghasilan utama. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak nyawa dan ekonomi keluarga yang tertolong berkat kehadiran sistem pemasaran dari mulut ke mulut versi digital ini. Namun, ada satu pemahaman dasar tentang apa itu tiktok affiliate yang harus kamu pegang erat-erat sebelum benar-benar nyemplung ke dalamnya.

Pemahaman dasar itu adalah kenyataan pahit bahwa ini bukanlah skema cepat kaya atau sulap instan yang bisa menyulap orang miskin jadi sultan dalam semalam. Kalau kamu berangkat dengan niat ingin kaya dalam waktu seminggu, kamu dipastikan akan kecewa berat dan stres sendiri. Pekerjaan ini menuntut ketekunan, kesabaran, dan kemauan keras untuk terus belajar hal-hal baru. Kamu harus konsisten berjalan di jalur yang benar, mematuhi semua aturan main dari aplikasi, tidak menjiplak video milik orang lain, dan selalu mengedepankan kejujuran saat merekomendasikan sebuah barang kepada penontonmu. Mengumpulkan kepercayaan dari penonton butuh waktu yang tidak sebentar, tapi sekali kamu berhasil membangun pondasi kepercayaan itu, uang komisi akan mengalir dengan sendirinya layaknya kran air yang bocor tanpa bisa kamu bendung lagi. Nikmati saja setiap proses capeknya, karena hasil yang manis selalu butuh waktu untuk matang dengan sempurna.

Dijit.web.id

Tim Dijit

Kami adalah penyedia berbagai jenis produk digital dari vendor terpercaya. Melalui blog ini, kami akan membahas berbagai hal tentang produk digital, digital marketing, dan perintilannya. Kalau Kamu suka dengan topik-topik seperti itu, silakan bookmark halaman ini biar gampang kalau mau balik lagi.
Cheers.